37. As-Saaffaat - Al-Quran
- 1. Demi (hamba-hambaKu) yang berbaris dengan berderet-deret -
- 2. (Hamba-hambaKu) yang melarang (dari kejahatan) dengan sesungguh-sungguhnya -
- 3. (Hamba-hambaKu) yang membaca kandungan Kitab Suci;
- 4. (Sumpah demi sumpah) sesungguhnya Tuhan kamu hanyalah Satu -
- 5. Tuhan (yang mencipta serta mentadbirkan) langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhan (yang mengatur) tempat-tempat terbit matahari.
- 6. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat (pada penglihatan penduduk bumi) dengan hiasan bintang-bintang.
- 7. Dan (Kami pelihara urusan langit itu) dengan serapi-rapi kawalan dari (masuk campur) tiap-tiap Syaitan yang derhaka;
- 8. (Dengan itu) mereka tidak dapat memasang telinga mendengar (percakapan malaikat) penduduk langit, dan mereka pula direjam (dengan api) dari segala arah dan penjuru,
- 9. Untuk mengusir mereka; dan mereka pula beroleh azab seksa yang tidak putus-putus.
- 10. Kecuali sesiapa di antara Syaitan-syaitan itu yang curi mendengar mana-mana percakapan (malaikat), maka ia diburu dan diikuti (dengan rejaman) api yang menjulang lagi menembusi.
- 11. (Setelah nyata kekuasaan Kami) maka bertanyalah (wahai Muhammad) kepada mereka (yang ingkarkan hidupnya semula orang-orang mati): Adakah diri mereka lebih sukar hendak diciptakan, atau makhluk-makhluk lain yang Kami telah ciptakan? Sesungguhnya Kami telah mencipta mereka dari tanah liat (yang senang diubah dan diciptakan semula).
- 12. (Pertanyaan itu tidak juga berfaedah kepada mereka) bahkan engkau merasa hairan (terhadap keingkaran mereka), dan sebaliknya mereka mengejek-ejek (peneranganmu).
- 13. Dan apabila diperingatkan, mereka tetap tidak mahu menerima peringatan itu.
- 14. Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda (yang membuktikan kekuasaan Kami dan kebenaranmu), mereka mencari-cari jalan memperolok-olokkannya, -
- 15. Serta mereka berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.
- 16. "Adakah sesudah kita mati serta menjadi tanah dan tulang, adakah kita akan dibangkitkan hidup semula?
- 17. "Dan adakah juga datuk nenek kita yang telah lalu (akan dibangkitkan hidup semula)?"
- 18. Jawablah (wahai Muhammad): "Ya, benar !(Kamu semua akan dibangkitkan) dengan keadaan hina-dina ".
- 19. (Kebangkitan ini mudah) kerana sesungguhnya ia boleh berlaku hanyalah dengan suara sahaja, maka dengan serta mereka semuanya (bangkit) melihat (apa yang akan jadi).
- 20. Dan (pada saat itu) mereka berkata:" Wahai celakanya kami, ini ialah hari balasan!"
- 21. (Lalu malaikat berkata kepada mereka): " Ini ialah hari memutuskan hukum untuk memberi balasan yang dahulu kamu mendustakannya ".
- 22. (Allah berfirman kepada malaikat):" Himpunkanlah orang-orang yang zalim itu, dan orang-orang yang berkeadaan seperti mereka, serta benda-benda yang mereka sembah -
- 23. "Yang lain dari Allah serta hadapkanlah mereka ke jalan yang membawa ke neraka.
- 24. "Dan hentikanlah mereka (menunggu), kerana sesungguhnya mereka akan disoal:
- 25. "Mengapa kamu tidak bertolong-tolongan (sebagaimana yang kamu dakwakan dahulu?"
- 26. (Mereka pada ketika itu tidak dapat berbuat apa-apa) bahkan mereka pada hari itu menyerah diri dengan hina (untuk diadili);
- 27. Dan masing-masing pun mengadap satu sama lain, sambil kata mengata dan cela mencela.
- 28. Pengikut-pengikut berkata (kepada ketuanya):" Sesungguhnya kamu dahulu selalu datang menyekat kami (daripada beriman) dengan menggunakan kuasa kamu".
- 29. Ketua-ketuanya menjawab: " (Tidak!) Bahkan kamulah sendiri tidak mahu menjadi orang-orang yang beriman!
- 30. "Dan kami (selain daripada mengajak kamu (tidak mempunyai sebarang kuasa memerintah kamu, bahkan kamu sememangnya kaum yang melampaui batas.
- 31. (Dengan keadaan diri kita yang sedemikian) maka tetaplah di atas kita janji seksa (yang dijanjikan) oleh Tuhan kita, bahawa kita semua tentu akan merasai (azab itu).
- 32. "(Dengan sebab ketentuan yang tersebut) maka kami pun mengajak kamu menjadi sesat, kerana sebenarnya kami adalah orang-orang sesat"
- 33. Maka sesungguhnya mereka semua pada hari itu, menderita azab bersama.
- 34. Sesungguhnya demikianlah Kami melakukan kepada orang-orang yang berdosa.
- 35. Sebenarnya mereka dahulu apabila dikatakan kepadanya;" (ketahuilah, bahawa) tiada Tuhan yang sebenar-benarnya melainkan Allah" - mereka bersikap takbur mengingkarinya, -
- 36. Serta mereka berkata: " Patutkah kami mesti meninggalkan tuhan-tuhan yang kami sembah, kerana mendengar ajakan seorang penyair gila?"
- 37. (Tidak! Nabi Muhammad bukan penyair dan bukan pula seorang gila) bahkan ia telah membawa kebenaran (tauhid), dan mengesahkan kebenaran (tauhid) yang dibawa oleh Rasul-rasul (yang terdahulu daripadanya).
- 38. Sesungguhnya kamu (wahai orang-orang musyrik) akan merasai azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
- 39. Dan kamu tidak dibalas melainkan (dengan balasan yang sepadan) dengan apa yang kamu telah kerjakan;
- 40. Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari sebarang syirik,
- 41. Mereka itu beroleh limpah kurnia yang termaklum,
- 42. Iaitu buah-buahan (yang lazat), serta mereka mendapat penghormatan,
- 43. Di dalam syurga-syurga yang penuh melimpah dengan berjenis-jenis nikmat.
- 44. Mereka duduk berhadap-hadapan di atas pelamin-pelamin kebesaran;
- 45. Diedarkan kepada mereka piala yang berisi arak (yang diambil) dari sungainya yang mengalir,
- 46. Minuman itu putih bersih, lagi lazat rasanya, bagi orang-orang yang meminumnya,
- 47. Ia tidak mengandungi sesuatu yang membahayakan, dan tidak pula mereka mabuk kerana menikmatinya.
- 48. Sedang di sisi mereka ada pula bidadari-bidadari yang tidak menumpukan pandangannya melainkan kepada mereka, lagi yang amat indah luas matanya;
- 49. (Putih kekuning-kuningan) seolah-olah mereka telur (burung kasuari) yang tersimpan dengan sebaik-baiknya.
- 50. (Tinggalah penduduk Syurga itu menikmati kesenangan), lalu setengahnya mengadap yang lain, sambil berbincang dan bertanya-tanyaan.
- 51. Seorang di antaranya berkata: " Sesungguhnya aku (di dunia) dahulu, ada seorang rakan (yang menempelak daku).
- 52. "katanya: Adakah engkau juga salah seorang dari golongan yang mengakui benarnya (kebangkitan orang-orang mati pada hari akhirat)?
- 53. "Adakah sesudah kita mati dan menjadi tanah dan tulang, adakah kita akan (dihidupkan semula serta) dibalas apa yang telah kita lakukan? " `
- 54. (Setelah menceritakan perihal rakannya itu) ia berkata lagi: " Adakah kamu hendak melihat (keadaan rakanku yang ingkar itu)?"
- 55. Maka ia pun memandang (ke arah neraka), lalu dilihatnya rakannya itu berada ditengah-tengah neraka yang menjulang-julang.
- 56. Ia pun (menempelaknya dengan) berkata:" Demi Allah! Nyaris-nyaris engkau menceburkan daku dalam kebinasaan.
- 57. "Dan kalaulah tidak disebabkan nikmat pemberian Tuhanku (dengan hidayah petunjuk), nescaya akan menjadilah daku dari orang-orang yang dibawa hadir (untuk menerima balasan azab) ".
- 58. (Kemudian ia berkata kepada rakan-rakanya yang sedang menikmati kesenangan di Syurga bersama): " Bukankah kita (setelah mendapat nikmat-nikmat ini) tidak akan mati lagi, -
- 59. "Selain dari kematian kita yang dahulu, dan kita juga tidak akan terkena seksa?"
- 60. Sesungguhnya (nikmat-nikmat kesenangan Syurga) yang demikian, ialah sebenar-benar pendapatan dan kemenangan yang besar.
- 61. Untuk memperoleh (kejayaan) yang seperti inilah hendaknya orang-orang yang beramal melakukan amal usahanya dengan bersungguh-sungguh (di dunia).
- 62. Manakah yang lebih baik, limpah kurniaan yang termaklum itu atau pokok zaqqum?
- 63. Sesungguhnya Kami jadikan pokok zaqqum itu satu ujian bagi orang-orang yang zalim (di dunia dan azab seksa bagi mereka di akhirat).
- 64. Sebenarnya ia sebatang pohon yang tumbuh di dasar neraka yang marak menjulang;
- 65. Buahnya seolah-olah kepala Syaitan-syaitan;
- 66. Maka sudah tentu mereka akan makan dari buahnya (sekalipun pahit dan busuk), sehingga mereka memenuhi perut darinya.
- 67. Kemudian, sesungguhnya mereka akan beroleh lagi - selain itu- satu minuman campuran dari air panas yang menggelegak.
- 68. Setelah (mereka dibawa minum) maka tempat kembali mereka tetaplah ke dalam neraka yang menjulang-julang.
- 69. Sebenarnya mereka telah mendapati datuk nenek mereka berada dalam kesesatan;
- 70. Lalu mereka terburu-buru menurut jejak langkah datuk neneknya.
- 71. Dan demi sesungguhnya, telah sesat juga - sebelum kaummu (wahai Muhammad) - kebanyakan kaum-kaum yang telah lalu.
- 72. Pada hal, demi sesungguhnya, Kami telahpun mengutus dalam kalangan kaum-kaum itu, Rasul-rasul pemberi amaran.
- 73. Maka lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang (yang mendustakan Rasul-rasul Kami) setelah diberi amaran, -
- 74. Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari sebarang syirik (maka mereka akan terselamat dan mendapat sebaik-baik balasan).
- 75. Dan demi sesungguhnya, Nabi Nuh telah berdoa merayu kepada Kami (memohon pertolongan), maka Kami adalah sebaik-baik yang kabulkan doa permohonan.
- 76. Dan Kami telah selamatkan dia bersama-sama dengan keluarga dan pengikut-pengikutnya, dari kesusahan yang besar.
- 77. Dan Kami jadikan zuriat keturunannya sahaja orang-orang yang tinggal hidup (setelah Kami binasakan kaumnya yang ingkar).
- 78. Dan Kami kekalkan baginya (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian:
- 79. "Salam sejahtera kepada Nabi Nuh dalam kalangan penduduk seluruh alam ! "
- 80. Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan amal-amal yang baik.
- 81. Sesungguhnya Nabi Nuh itu dari hamba-hamba Kami yang beriman.
- 82. Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain (yang mendustakannya).
- 83. Dan sesungguhnya di antara orang-orang yang menegakkan (ajaran yang dibawa oleh) Nabi Nuh ialah Nabi Ibrahim.
- 84. Ketika ia mematuhi perintah tuhannya dengan hati yang suci murni.
- 85. Ketika ia berkata kepada bapanya dan kaumnya: " Apa yang kamu sembah?
- 86. "Patutkah kamu menyembah tuhan-tuhan yang lain dari Allah, kerana kamu memutar belitkan kebenaran semata-mata (bukan kerana benarnya)?
- 87. "Maka bagaimana fikiran kamu pula terhadap Allah Tuhan sekalian alam?"
- 88. Kemudian ia memandang dengan satu renungan kepada bintang-bintang (yang bertaburan di langit),
- 89. Lalu berkata: "Sesungguhnya aku merasa sakit (tak dapat turut berhari raya sama)".
- 90. Setelah (mendengar kata-katanya) itu, mereka berpaling meninggalkan dia.
- 91. Lalu ia pergi kepada berhala-berhala mereka secara bersembunyi, serta ia bertanya (kepada berhala-berhala itu, secara mengejek-ejek): "Mengapa kamu tidak makan?
- 92. "Mengapa kamu tidak menjawab?"
- 93. Lalu ia memukul berhala-berhala itu dengan tangan kanannya (sehingga pecah berketul-ketul).
- 94. (Setelah kaumnya mengetahui hal itu) maka datanglah mereka beramai-ramai kepadanya.
- 95. (Bagi menjawab bantahan mereka), ia berkata: "Patutkah kamu menyembah benda-benda yang kamu pahat?
- 96. "Padahal Allah yang mencipta kamu dan benda-benda yang kamu buat itu!"
- 97. (Setelah tak dapat berhujah lagi, ketua-ketua) mereka berkata: "Binalah untuk Ibrahim sebuah tempat (untuk membakarnya), kemudian campakkan dia ke dalam api yang menjulang-julang itu".
- 98. Maka mereka (dengan perbuatan membakar Nabi Ibrahim itu) hendak melakukan angkara yang menyakitinya, lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang terkebawah (yang tidak berjaya maksudnya).
- 99. Dan Nabi Ibrahim pula berkata: "Aku hendak (meninggalkan kamu) pergi kepada Tuhanku, Ia akan memimpinku (ke jalan yang benar).
- 100. " Wahai Tuhanku! Kurniakanlah kepadaku anak yang terhitung dari orang-orang yang soleh!"
- 101. Lalu Kami berikan kepadanya berita yang mengembirakan, bahawa ia akan beroleh seorang anak yang penyabar.
- 102. Maka ketika anaknya itu sampai (ke peringkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya, Nabi Ibrahim berkata: "Wahai anak kesayanganku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahawa aku akan menyembelihmu; maka fikirkanlah apa pendapatmu?". Anaknya menjawab: "Wahai ayah, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah, ayah akan mendapati daku dari orang-orang yang sabar".
- 103. Setelah keduanya berserah bulat-bulat (menjunjung perintah Allah itu), dan Nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan meletakkan iringan mukanya di atas tompok tanah, (Kami sifatkan Ibrahim - dengan kesungguhan azamnya itu telah menjalankan perintah Kami),
- 104. Serta Kami menyerunya: "Wahai Ibrahim!
- 105. "Engkau telah menyempurnakan maksud mimpi yang engkau lihat itu". Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan.
- 106. Sesungguhnya perintah ini adalah satu ujian yang nyata;
- 107. Dan Kami tebus anaknya itu dengan seekor binatang sembelihan yang besar;
- 108. Dan Kami kekalkan baginya (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian:
- 109. "Salam sejahtera kepada Nabi Ibrahim!".
- 110. Demikianlah Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan.
- 111. Sesungguhnya Nabi Ibrahim itu dari hamba-hamba Kami yang beriman.
- 112. Dan Kami pula berikan kepadanya berita yang mengembirakan, bahawa ia akan beroleh (seorang anak): Ishak, yang akan menjadi Nabi, yang terhitung dari orang-orang yang soleh.
- 113. Dan Kami limpahi berkat kepadanya dan kepada (anaknya): Ishak; dan di antara zuriat keturunan keduanya ada yang mengerjakan kebaikan, dan ada pula yang berlaku zalim dengan nyata, terhadap dirinya sendiri.
- 114. Dan demi sesungguhnya! kami telah melimpahkan nikmat pemberian kepada Nabi Musa dan Nabi Harun.
- 115. Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari kesusahan yang besar;
- 116. Dan Kami menolong mereka sehingga menjadilah mereka orang-orang yang berjaya mengalahkan (lawannya);
- 117. Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab Suci yang amat jelas keterangannya;
- 118. Dan Kami berikan hidayah petunjuk kepada keduanya ke jalan yang lurus.
- 119. Dan Kami kekalkan bagi keduanya (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian:
- 120. "Salam sejahtera kepada Nabi Musa dan Nabi Harun!"
- 121. Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan.
- 122. Sesungguhnya mereka berdua adalah dari hamba-hamba Kami yang beriman.
- 123. Dan sesungguhnya Nabi Ilyas adalah dari Rasul-rasul (Kami) yang diutus.
- 124. (Ingatkanlah peristiwa) ketika ia berkata kepada kaumnya: "Hendaklah kamu mematuhi suruhan Allah dan menjauhi laranganNya.
- 125. "Patutkah kamu menyembah berhala Ba`la, dan kamu meninggalkan (ibadat kepada) sebijak-bijak pencipta?
- 126. "Iaitu Allah Tuhan kamu, dan Tuhan datuk nenek kamu yang telah lalu!"
- 127. Maka mereka mendustakannya; akibatnya mereka tetap akan dibawa hadir (untuk diseksa),
- 128. Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari sebarang syirik (maka mereka akan terselamat, dan mendapat sebaik-baik balasan).
- 129. Dan Kami kekalkan bagi Nabi Ilyas (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian:
- 130. "Salam sejahtera kepada Nabi Ilyas!"
- 131. Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan.
- 132. Sesungguhnya Nabi Ilyas itu dari hamba-hamba Kami yang beriman.
- 133. Dan sesungguhnya Nabi Lut adalah dari Rasul-rasul (Kami) yang diutus.
- 134. (ingatkanlah peristiwa) ketika kami selamatkan dia dan keluarga serta pengikut-pengikutnya semuanya,
- 135. Kecuali seorang perempuan tua tertinggal dalam golongan yang dibinasakan.
- 136. Kemudian Kami hancurkan yang lain (dari pengikut-pengikut Nabi Lut).
- 137. Dan sesungguhnya kamu (yang menentang Nabi Muhammad): berulang-alik (melalui bekas-bekas tempat tinggal) mereka, semasa kamu berada pada waktu pagi.
- 138. Dan juga pada waktu malam; maka mengapa kamu tidak mahu memikirkannya?.
- 139. Dan sesungguhnya Nabi Yunus adalah dari Rasul-rasul (Kami) yang diutus.
- 140. (Ingatkanlah peristiwa) ketika ia melarikan diri ke kapal yang penuh sarat.
- 141. (Dengan satu keadaan yang memaksa) maka dia pun turut mengundi, lalu menjadilah ia dari orang-orang yang kalah yang digelunsurkan (ke laut).
- 142. Setelah itu ia ditelan oleh ikan besar, sedang ia berhak ditempelak.
- 143. Maka kalaulah ia bukan dari orang-orang yang sentiasa mengingati Allah (dengan zikir dan tasbih),
- 144. Tentulah ia akan tinggal di dalam perut ikan itu hingga ke hari manusia dibangkitkan keluar dari kubur.
- 145. Oleh itu Kami campakkan dia keluar (dari perut ikan) ke tanah yang tandus (di tepi pantai), sedang ia berkeadaan sakit.
- 146. Dan Kami tumbuhkan (untuk melindunginya) sebatang pokok yang berdaun lebar.
- 147. Dan (Nabi Yunus yang tersebut kisahnya itu) Kami utuskan kepada (kaumnya yang seramai) seratus ribu atau lebih.
- 148. (Setelah berlaku apa yang berlaku) maka mereka pun beriman, lalu Kami biarkan mereka menikmati kesenangan hidup hingga ke suatu masa (yang ditetapkan bagi masing-masing).
- 149. (Oleh sebab ada di antara kaum musyrik Arab yang mendakwa bahawa malaikat itu anak-anak perempuan Allah) maka bertanyalah (wahai Muhammad) kepada mereka itu: Adilkah mereka membahagi untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, dan untuk mereka anak-anak lelaki?
- 150. Atau adakah mereka hadir sendiri menyaksikan Kami mencipta malaikat-malaikat itu - perempuan?
- 151. Ketahuilah! Bahawa sesungguhnya, dengan sebab terpesongnya dari kebenaran, mereka berkata:
- 152. "Allah beranak"; sedang mereka, sesungguhnya adalah orang-orang yang berdusta!
- 153. (Patutkah kamu mendakwa bahawa Tuhan mempunyai anak, dan anak itu pula ialah anak-anak perempuan yang kamu tidak sukai?) Adakah Tuhan memilih serta mengutamakan anak-anak perempuan dari anak-anak lelaki (sedang kedua-dua jenis itu Dia lah yang menciptakannya)?
- 154. Apa sudah jadi kamu? Bagaimana kamu menetapkan hukum (yang terang-terang salahnya itu)?
- 155. Setelah ditegur, maka tidakkah kamu mahu berusaha mengingatkan (bahawa Allah mustahil bagiNya anak-pinak)?
- 156. Atau adakah kamu mempunyai sebarang bukti yang nyata (menerangkan bahawa malaikat itu anak-anak perempuan Allah)?
- 157. (Kiranya ada) maka bawalah kitab kamu (yang menerangkan demikian), jika betul kamu orang-orang yang benar.
- 158. (Mereka telah mengatakan perkara yang mustahil) serta mengadakan pertalian kerabat di antara Allah dan malaikat, padahal demi sesungguhnya malaikat itu sedia mengetahui bahawa sebenarnya orang-orang yang melakukan demikian akan dibawa hadir (ke dalam azab pada hari akhirat).
- 159. Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan itu!
- 160. Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari sebarang syirik, (maka mereka akan terselamat, dan akan mendapat sebaik-baik balasan).
- 161. Maka sebenarnya kamu (wahai orang-orang musyrik), dan apa yang kamu sembah itu.
- 162. Tidak akan dapat merosakkan perhubungan seseorang dengan Tuhannya,
- 163. kecuali orang-orang yang telah ditetapkan bahawa dia akan dibakar di dalam neraka yang menjulang-julang.
- 164. (Malaikat pula menegaskan pendirian mereka dengan berkata): "Dan tiada sesiapapun dari kalangan kami melainkan ada baginya darjat kedudukan yang tertentu (dalam menyempurnakan tugasnya);
- 165. "Dan sesungguhnya kamilah yang sentiasa berbaris (menjunjung perintah dan beribadat),
- 166. "Dan sesungguhnya kamilah yang sentiasa bertasbih (mensucikan Allah dari sebarang sifat kekurangan)!"
- 167. Dan sebenarnya mereka (yang musyrik) itu dahulu pernah berkata:
- 168. "Kalaulah ada di sisi kami Kitab Suci dari (bawaan Rasul-rasul) yang telah lalu
- 169. "Tentulah kami akan menjadi hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari sebarang syirik!"
- 170. (Setelah Al-Quran diturunkan kepada mereka) mereka mengingkarinya; oleh itu mereka akan mengetahui kelak (akibat kekufurannya).
- 171. Dan demi sesungguhnya! Telah ada semenjak dahulu lagi, ketetapan Kami, bagi hamba-hamba Kami yang diutus menjadi Rasul -
- 172. Bahawa sesungguhnya merekalah orang-orang yang diberikan pertolongan mencapai kemenangan
- 173. Dan bahawasanya tentera Kami (pengikut-pengikut Rasul), merekalah orang-orang yang mengalahkan (golongan yang menentang kebenaran).
- 174. Oleh itu berpalinglah (wahai Muhammad) dari mereka, (jangan hiraukan celaan mereka serta bersabarlah) hingga ke suatu masa.
- 175. Dan lihat (apa yang akan menimpa) mereka; tidak lama kemudian mereka akan melihat (kemenangan yang telah Kami tetapkan untukmu).
- 176. Maka tidaklah patut mereka meminta disegerakan azab (yang telah ditetapkan oleh) Kami!
- 177. Kerana apabila azab itu turun dalam daerah dan kawasan mereka, sudah tentu buruklah hari orang-orang yang tidak mengindahkan amaran yang telah diberikan.
- 178. Dan berpalinglah (wahai Muhammad) dari mereka, (jangan hiraukan celaan mereka serta bersabarlah) hingga ke suatu masa.
- 179. Dan lihatlah (apa yang akan jadi); tidak lama kemudian, mereka pun akan melihat juga.
- 180. Akuilah kesucian Tuhanmu, - Tuhan yang mempunyai keagungan dan kekuasaan, - dari apa yang mereka katakan!
- 181. Dan (ucaplah) salam sejahtera kepada sekalian Rasul.
- 182. Serta (ingatlah bahawa) segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan seluruh alam.